Migrasi ke GNU/Linux: Cobalah Linux Mint

Mari memakai Linux. Tetapi, pakai distribusi (distro) apa? Distro GNU/Linux sangat banyak. Coba kunjungi distrowatch.com dan cermatilah tiap distro berikut fiturnya. Sungguh banyak pilihan.

Sekarang saya sedang mencoba salah satu distro GNU/Linux yang bernama Linux Mint, distro GNU/Linux yang dikembangkan oleh Clement Lefebvre, pakar spesialis IT kelahiran Perancis. Terima kasih pada Clement Lefebvre.  Launcing pertama Linux Mint di tahun 2006, tepatnya 2006-11-14, dengan release Linux Mint 2.0, code name “Barbara”.

Mengapa menggunakan Linux Mint? Menurut saya, beberapa alasannya adalah sebagai berikut.

Pertama, karena popularitas. Linux Mint sangat populer, sehingga langsung penasaran; “ada apa denganmu?” Mari lihat popularitasnya dari statistik hits per day (HPD) distro GNU/Linux pada distrowatch.com.

Di tahun 2007, HPD Linux Mint hanyalah 991, atau berada diurutan enam. Tetapi di  tahun 2008 , HPD Linux Mint (atau ditulis Mint saja)  sebanyak 1458 atau urutan ketiga setelah Ubuntu dan openSUSE. Salut kepada Linux Mint!

Kedua,menyangkut usability. Setelah mencobanya (booting dengan LiveCD LinuxMint Felicia) jelas bahwa Linux Mint sangat gampang digunakan. Kelihatannya, hampir semua yang biasa kita lakukan di MS Windows XP dapat kita lakukan dengan Linux Mint. Selain itu, theme default desktopnya pun sangat cantik. Cobalah livecd-nya, dan dapatkan pengalaman “AHA! Lihat screenshoot berikut.

Ketiga, menyangkut stabilitas dan sekuritas (security). Linux Mint dibangun dan dikembangkan dari Ubuntu, distro GNU/Linux yang didukung sepenuhnya oleh Canonical, dan tentunya didukung penuh oleh sang millioner Mark Shuttleworth, sehingga, bila tidak ada yang berubah, ubuntu akan menjadi distro yang terbaru, teraman, terstabil, dan termudah digunakan.

Karena millioner, beliau akan mudah mengumpulkan programer handal untuk menjadikan ubuntu sebagai distro GNU/Linux yang yang terbaru, teraman, terstabil, dan termudah digunakan. Terima kasih kepada Mark Shuttleworth.

Memang sangat banyak distro lain yang lebih cespleng, tetapi umumnya community-based, sehingga banyak yang ragu terkait support-nya, atau paling tidak, ragu pada kecepatan penyediaan patch (support).

Coba bayangkan bila sebuah distro yang supportnya lemah, ternyata kena virus atau karena kesalahan teknis distro itu membuat prosesor komputer kita menjadi super sibuk. Tanpa layanan (support) yang baik, maka kita  bisa sangat susah.

Selain itu, Ubuntu sudah sangat populer. Komunitasnya sangat banyak. Maka, akan lebih mudah mendapatkan solusi dari banyak orang bila terjadi suatu masalah.

Jadi, karena Linux Mint dibangun dan dikembangkan dari Ubuntu, maka kita bisa mengambil usability dari Linux Mint, tetapi tetap mengandalkan Ubuntu untuk urusan Stabilitas dan Security.

Keempat, The Ubuntu promise. Karena Linux Mint adalah turunan Ubuntu, maka kita dapat sangat mudah balik ke Ubuntu dan menikmati The Ubuntu promise. Katanya:

  • Ubuntu will always be free of charge, including enterprise releases and security updates.
  • Ubuntu comes with full commercial support from Canonical and hundreds of companies around the world.
  • Ubuntu includes the very best translations and accessibility infrastructure that the free software community has to offer.
  • Ubuntu CDs contain only free software applications; we encourage you to use free and open source software, improve it and pass it on.

Lalu apakah janji Linux Mint? Mari kita baca dari About Linux Mint yang ada di distrowatch.com berikut ini:

is to provide a more complete out-of-the-box experience by including browser plugins, media codecs, support for DVD playback, Java and other components. It also adds a custom desktop and menus, several unique configuration tools, and a web-based package installation interface. Linux Mint is compatible with Ubuntu software repositories

Jadi:
Linux Mint sangat layak dicoba untuk mempercepat proses migrasi dari MS Windows ke GNU/Linux.  Install sekali, dan kita bisa langsung bekerja seperti biasa! Selamat mencoba dan semoga lancar dan aman!

Iklan

2 Responses to Migrasi ke GNU/Linux: Cobalah Linux Mint

  1. fondix berkata:

    salam kenal, saya pengguna Mint juga, hehehe kunjungi blog saya yah di http://www.fondix.wordpress.com

  2. Chandra berkata:

    LinuxMint emng cocok bagi yang baru migrasi ke Linux. Linuxmint sama dengan Ubuntu yang plus plus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: